Tidak jarang wanita yang tengah hamil cenderung merasa khawatir akan kesehatan janinnya kelak. Khususnya bagi pecinta hewan peliharaan, akan menjadi suatu pertanyaan umum akan adanya kemungkinan penularan parasit toksoplasma dari binatang peliharaan kita.
Jika wanita hamil terinfeksi oleh Toxoplasma gondii untuk pertama kalinya, tentu ini akan memberikan efek yang buruk bagi bayi . Bayi yang akan dilahirkan bisa cacat ataupun keguguran.
Jadi, haruskah anda panik?? Tidak juga-- tapi anda harus tau betul informasi mengenai Toxoplasma ini
Pertama, Jika seorang ibu sudah pernah terkena toksoplasma sebelumnya, maka imunitas ibu akan menurun ke bayi dan akan terlindungi. Menurut CDC: Jika di USA diestimasi 22,5% dari populasi, anak berumur 12 tahun sudah pernah terinfeksi Toksoplasma. Di berbagai tempat di dunia, menunjukkan lebih dari 95% populasi terinfeksi Toksoplasma.Jadi, data ini berasal dari berbagai tempat yang merupakan rata-rata infeksi Toksoplasma.Anda dapat melakukan tes darah sederhana sebelum merencakan kehamilan untuk mengecek apakah kita kebal terhadap Toksoplasmosis. Hasil tes darah dapat menunjukkan apakah kita sedang terinfeksi atau keberadaan antibodi yang berarti anda sudah kebal terhadap Toksoplasmosis. Wanita hamil yang hasil laboratoriumnya negative terhadap Toksoplasmosis harus betul betul waspada dan berhati hati terhadap infeksi pertama kalinya terhadap Toksoplasmosis.
Namun, hal ini sebaiknya tak perlu terlalu dirisaukan, hal terpenting adalah bagaimana cara untuk selalu memperhatikan kesehatan diri serta lingkungan dari penyebaran Toxoplasma gondii ini.
Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah Toxoplasma ini.
“Penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Hewan IPB tahun 1980 memang menyebutkan 50 persen kucing dan 70 persen anjing memiliki toksoplasma. Tapi yang menularkan bukan bulunya, melainkan kotorannya,” kata dr.Yudistia Purwosunu, Sp.OG (K), ahli kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Karena itu para pemilik anjing atau kucing disarankan untuk mencuci tangannya dengan sabun setelah membersihkan kotoran hewan atau kandangnya. “Parasit toksoplasma masuk ke tubuh melalui saluran cerna. Karena itu selalu gunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran atau mencuci tangan sebelum makan,” katanya.
Selain kotoran hewan, parasit toksoplasma terutama juga ditularkan melalui daging mentah dan sayuran mentah. “Mereka yang suka mengonsumsi daging yang dimasak setengah matang termasuk dalam kelompok risiko tinggi,” katanya.
Pencegahan penyakit Toksoplasma:
1. Lakukan pemeriksaan terhadap binatang peliharaan anda di rumah, seperti kucing, burung, ikan, kelinci dan anjing untuk mengetahui apakah mereka memiliki infeksi aktif atau tidak. Jika binatang peliharaan anda ternyata memiliki infeksi aktif, titipkan mereka ke tempat pemeliharaan atau pada teman sekurang kurangnya selama 6 minggu (yaitu di mana masa infeksi dapat ditularkan). Jika mereka bebas dari infeksi, biarkan mereka seperti biasanya dengan tidak membiarkan mereka memakan makan daging mentah, pergi keluar rumah, memburu tikus atau burung, atau bermain dengan bintang lain.
1. Lakukan pemeriksaan terhadap binatang peliharaan anda di rumah, seperti kucing, burung, ikan, kelinci dan anjing untuk mengetahui apakah mereka memiliki infeksi aktif atau tidak. Jika binatang peliharaan anda ternyata memiliki infeksi aktif, titipkan mereka ke tempat pemeliharaan atau pada teman sekurang kurangnya selama 6 minggu (yaitu di mana masa infeksi dapat ditularkan). Jika mereka bebas dari infeksi, biarkan mereka seperti biasanya dengan tidak membiarkan mereka memakan makan daging mentah, pergi keluar rumah, memburu tikus atau burung, atau bermain dengan bintang lain.
2. Mintalah seseorang untuk membersihkan kandang dan kotorannya. Bila anda harus melakukannya sendiri, gunakan sarung tangan dan cuci tangan anda setelah selesai. Kandang harus dibersihkan setiap hari karena oosit yang memindahkan penyakit akan sangat menular dengan berjalannya waktu.
3. Gunakan sarung tangan jika anda berkebun. Jangan berkebun di tanah yang terkena kotoran kucing, juga jangan biarkan anak bermain di pasir yang terkena kotoran kucing.
4. Cuci buah dan sayur terutama yang ditanam sendiri dengan sabun pencuci piring, bilas bersih bersih.
5. Jangan makan daging mentah atau daging yang kurang matang atau susu yang tidak dipasteurisasi. Bila anda ke restoran pesanlah daging yang matang penuh.
6. Termometer daging yang anda masak atau rebus. Minimal harus menunjukan 70Âș C. (Kista ini di lingkungan dapat hidup sampai beberapa bulan. dan dia tahan terhadap desinfektan, freezing, and drying. tapi dia akan mati pada suhu 70 derajat C dalam 10 menit).
7. Jika anda mempunyai kucing, pastikan selalu di dalam rumah dan tidak memakan daging mentah atau memburu hewan hidup lainnya.
8. Jika anda sedang hamil lakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari dan mengatisipasi jika terkena toksoplasma.
Jadi, Kucing hanyalah satu diantara banyak faktor pemicu penularan Toksoplasma gondii, kasian si mpus yang kita sayangi menjadi kambing hitam selama ini.
Semoga informasi ini dapat membela sedikit hak dari Kucing untuk disayangi oleh kita.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar