Nama pasien : Cimong
Jenis kelamin : Jantan
Umur : 6 bulan
BB bulan lalu : 2,2 kg
BB bulan ini : 2 kg
History dan anamnesa:
makan sehari hari my dear cat dan whiskas wet food, 3x sehari, minum aqua, vaksinasi leucorifelin lengkap, rabies lengkap, deworming lengkap, litter diganti per 2 hari, tempat makan mnum dicuci setiap hari,dia pet dalam rumah yang dilepas, tapi tidak pernah keluar rumah kecuali utk berjemur.mandi per minggu sekali, vitamin bulu excel 1 tab tiap hari.
sewaktu umur 1 bulan setlah diambil dr jalanan pernah terkena calicivirus diagnosed selama 2 minggu tapi selamat, yang meninggalkan mata kanan selalu sedikit berair dan kadang bersin sehari sekitar 4-5 hari.
kelesuan mulai nampak 3 minggu terakhir dgn symptoms tidur berlebihan/lameness, mata sayu seperti mengantuk tapi masih mau makan minum normal,defekasi masih normal, urinasi normal, terkadang muntah selepas makan wet food berupa makanan itu sendiri terkadang hanya air, punya kebiasaan makan serangga,dan tidur di litternya. perut terlihat normal tdk ada distensi yg mencurigakan, tidak ada rasa nyeri ataupun gas dan cairan sampai tgl 26 desember terasa “brenjelan feses” obstipasi yang cukup panjang sekitar satu jari tengah dengan diameter sekitar 4cm.
tgl 24 desember : cimong memakan belalang hijau.sehingga owner suspect itulah yg menyebabkan obstipasi
tgl 26 Desember : Nampak kelesuan/depresi berlebih, kurang nafsu makan, minum masih tidak nampak defekasi, obstipasi masih teraba
tgl 27 Desember pagi hari : sudah tidak bisa bangun, tidak mau makan, sedikit minum, hanya mau tidur di litternya, dehidrasi tidak nampak, mukosa sedikit pucat/keputihan, BB 1,8 kg
Dilakukan klisma, tapi kosong.
Drop tdk sadarkan diri pukul 18.00. suhu 34.6 o C, dehidrasi ringan, mukosa pucat keputihan dubius dengan kekuningan.
Diberikan vit B12 injeksi IM dan amoxicillin dan infuse LR SC dan syr laxadine PO
Tgl 28 desember pagi hari : Nampak bangun dan bergerak menuju litternya tapi kemudian lemas, obstipasi semakin membesar dan sedikit distensi abdomen tanpa gas. Suhu masih sekitar 35.4 o C .
Pukul 12.00 : nafas cepat (takipnea) dan takikardia. Gerakan distensi abdomen ke depan menuju thorax,
Pukul 13.00 : pasien pass away
Autopsy:
- Incisi pertama pada abdomen ditemukan cairan kekuningan mirip minyak, dalam jumlah banyak sekitar 20 -30 ml
- Usus halus, usus besar dan kolon Nampak normal
- Hepar sangat terlihat jelas pyogranunomatosa di keseluruhan bagian
- Ginjal membesar 3 kali lipat
- Limfoglandula usus membesar 2 kali lipat
- Paru paru nampak penyebab kematiannya asfiksi (macros: keputihan) dikarenakan penumpukan cairan pada abdomen dan thorax
- Cor nampak normal
- Pada usus besar nampak sisa makanan yang sudah stuck lama >>obstipasi.
FIP ( Feline Infectious Peritonitis) khas nampak pada hepar dan cairan kekuningan pada abdomen.
Nampaknya penyakit ini kronis dengan tipe dry/ non effusive FIP sehingga yang Nampak pada gejala klinis hanyalah lameness dan inkoordinasi pada mata/sayu, kurang nafsu makan dan BB turun. Gejala yang khas lainnya dari penderita akan lebih suka tidur pada litternya, yang merupakan suspect penularan FIP.
FIP menular secara kontak langsung dan melalui feses yang terhirup.
<span>Pengobatan :</span>
Yang efektif belum ada, yang terbaik bisa diberikan adalah pengobatan supportive seperti vitamin dan palliative , pemberian prednisone dan corticosteroid.
Pencegahan:
- Memberikan good quality of life yang terbaik dapat membantu memperpanjang umur penderita walaupun nantinya akibatnya juga fatal/mortalitas tetap terjadi.
- Litter dan tempat pakan serta bedding yang selalu bersih, pemberian desinfektan dan penjemuran kandang.
- Jumlah maksimum kucing yang dapat dipelihara dalam satu rumah maksimal 5 ekor.
- Pisahkan kucing lama dengan kucing baru masuk minimal 2 minggu dengan kandang individual terpisah.
- Jangan terburu buru mengambil kucing baru setelah ada kucing yang mati karena FIP minimal jarak waktu satu bulan.
SEMOGA SHARING INI DAPAT BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA














Tidak ada komentar:
Posting Komentar